Minggu, 26 Januari 2014

Tugas Bahasa Indonesia 2 ( Contoh Karya Ilmiah, Surat Undangan Formal, CV, Proposal, Cerpen )


Karya Ilmiah
BAHASA INDONESIA 2
TULISAN ILMIAH
“ BAHAYA ROKOK”


Oleh:
Andika Bagus Romadhani
20211753
3EB02
UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA
2013 / 2014



BAB I
PENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANG
Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi, tetapi dilain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru-paru mereka.

Kebiasaan merokok telah menjadi budaya diberbagai bangsa di belahan dunia. Mayoritas perokok diseluruh dunia ini, 47 persen adalah populasi pria sedangkan 12 persen adalah populasi wanita dengan berbagai kategori umur. Latar belakang merokok beraneka ragam, di kalangan remaja dan dewasa pria adalah faktor gengsi dan agar disebut jagoan, malahan ada salah satu pepatah menarik yang digunakan sebagai pembenar atas kebiasaan merokok yaitu `ada ayam jago diatas genteng, ngga merokok ngga ganteng`. Sedangkan kalangan orang tua, stres dan karena ketagihan adalah faktor penyebab keinginan untuk merokok.

Berbagai alasan dan faktor penyebab untuk merokok diatas biasanya kalah seandainya beradu argumen dengan pakar yang ahli tentang potensi berbahaya atas apa ditimbulkan dari kebiasaan merokok baik bagi dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan. Harus diakui banyak perokok yang mengatakan bahwa merokok itu tidak enak tetapi dari sekian banyak pamflet, selebaran, kampanye anti rokok, sampai ke bungkus rokoknya diberi peringatan akan bahaya kesehatan dari rokok, tetap tak bisa mengubris secara massal berkurangnya kebiasaan merokok dan jumlah perokok

1.2.RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang yang telah kami uraikan maka masalah yang akan kami bahas:
1. Apa dampak dari merokok?
2. Zat apa yang terkandung di dalam dan yang paling berbahaya?
3. Upaya apa yang dilakukan bagi perokok di sekolah?
4. Apa aktor penyebab perilaku merokok pada remaja?

1.3.TUJUAN PENELITIAN
-Untuk mengetahui Bahaya merokok.
-Untuk mengetahui faktor – faktor penyebab perilaku merokok pada remaja.
-Untuk mengetahui apa itu rokok.

1.4.METODE PENELITIAN
Metode yang kami gunakan  adalah:
-Deskriptif
-Kajian pustaka dilakukan dengan mencari literatur di internet da buku – buku panduan

1.5.SISTEMATIKA PENULISAN

BAB I PENDAHULUAN
  1.1.Latar Belakang Masalah
  1.2.Perumusan Masalah
  1.3.Tujuan Penelitian
  1.4.Metode Penelitian
  1.5.Sistematika penulisan
BAB II KERANGKA TEORI
  2.1.Pengertian Rokok
  2.2.Dampak dari merokok
  2.3.Faktor penyebab merokok pada remaja
  2.4.Upaya mengatasi rokok

BAB III ZAT YANG TERKANDUNG DALAM ROKOK
  3.1.Rokok dan Reaksi Kimia (Pembakaran)
  3.2.Reaksi pembakaran rokok
  3.3.Rokok dan proses penguapan uap air dan nikotin
  3.4.Tar dan Asap Rokok
  3.5.Gas CO (Karbon Mono Oksida)
  3.6.Nikotin dan kerja nikotin
BAB IV PENUTUP
  4.1.Kesimpulan
  4.2.Saran
Bab II
KERANGKA TEORI

2.1. Pengertian Rokok
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.
Ada dua jenis rokok, rokok yang berfilter dan tidak berfilter. Filter pada rokok terbuat dari bahan busa serabut sintetis yang berfungsi menyaring nikotin.
Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung(walapun pada kenyataanya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).
Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.
Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.

2.2. Dampak dari merokok
Sebagaimana kita ketahui di dalam asap sebatang rokok yang dihisap oleh perokok, tidak kurang dari 4000 zat kimia beracun. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4-etilkatekol,ortokresoldan perylene adalah sebaian dari beribu – ribu zat di dalam rokok.
Jumlah kematian dan klaim perokok Menurut penelitian Organisasi Kesehatan dunia (WHO), setiap satu jam, tembakau rokok membunuh 560 orang diseluruh dunia. Kalau dihitung satu tahun terdapat 4,9 juta kematian didunia yang disebabkan oleh tembakau rokok. Kematian tersebut tidak terlepas dari 3800 zat kimia, yang sebagian besar merupakan racun dan karsinogen (zat pemicu kanker), selain itu juga asap dari rokok memiliki benzopyrene yaitu partikel-partikel karbon yang halus yang dihasilkan akibat pembakaran tidak sempurna arang, minyak, kayu atau bahan bakar lainnya yang merupakan penyebab langsung mutasi gen. Hal ini berbanding terbalik dengan sifat output rokok sendiri terhadap manusia yang bersifat abstrak serta berbeda dengan makanan dan minuman yang bersifat nyata dalam tubuh dan dapat diukur secara kuantitatif.
Selain mengklaim mendapatkan kenikmatan dari output rokok, perokok juga mengklaim bahwa rokok dapat meningkatan ketekunan bekerja, meningkatkan produktivitas dan lain-lain. Tetapi klaim ini sulit untuk dibuktikan karena adanya nilai abstrak yang terlibat dalam output merokok. Para ahli malah memperkirakan bahwa rokok tidak ada hubunganya dengan klaim-klaim di atas. Malah terjadi sebaliknya, menurunnya produktiviats seseorang karena merokok akibat terbaginya waktu bekerja dan merokok. Selain itu berdasarkan penelitian terbaru menyatakan bahwa merokok dapat menurunkan IQ. (dari berbagai sumber) 
Bahaya bagi tubuh yaitu bisa mengakibatkan kanker, paru-paru, impotensi dan gangguan pada janin, sedangkan bahaya bagi lingkungan dapat menimbulkan polusi udara yang ditimbulkan dari asap rokok yang dihisap.
Sebenarnya yang paling berbahaya diantara perokok pasif dan perokok aktif, perokok pasif lah yang berbahaya sebab perokok pasif menghisap asap rokok yang paling banyak. Rokok juga selain berbahaya juga bisa mematikan dan akan menimbulkan kecanduan kepada pemakainya.
Merokok bagi orang dewasa bisa berbahaya apalagi bagi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah. Oleh Karena itu, merokok dilarang di sekolah maupun di luar sekolah.
Akibat negatif dari rokok, sesungguhnya sudah mulai terasa pada waktu orang baru mulai menghisap rokok. Dalam asap rokok yang membara karena diisap, tembakau terbakar kurang sempurna sehingga menghasilkan CO (karbon mono oksida), yang disamping asapnya sendiri, tar dan nikotine (yang terjadi juga dari pembakaran tembakau tersebut) dihirup masuk ke dalam jalan napas.

CO, Tar, dan Nikotin tersebut berpengaruh terhadap syaraf yang menyebabkan :
- Gelisah, tangan gemetar (tremor)
- Cita rasa / selera makan berkurang
- Ibu-ibu hamil yang suka merokok dapat kemungkinan keguguran kandungannya

2.3. Faktor penyebab merokok pada remaja

Ada beberapa faktor yang mendorong remaja untuk merokok, di antaranya:
1.  Faktor orangtua dan keluarga
Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang bahagia (Baer & Corado dalam Atkinson, Pengantar psikologi, 1999:294).
Selain itu, anak-anak yang mempunyai orang tua perokok, lebih rentan untuk terpengaruh dan mencontoh orang tuanya.
2.  Temanku merokok
Banyak fakta membuktikan bahwa remaja perokok, kemungkinan besar teman-temannya juga perokok, dan sebaliknya. Diantara remaja perokok terdapat 87% mempunyai sekurang-kurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok begitu pula dengan remaja non perokok (Al Bachri, 1991).
3.  Pribadiku
Ada yang mencoba merokok hanya karena alasan ingin tahu. Mungkin juga karena ingin mengobati rasa sakit fisik maupun jiwa, mengusir bosan. Selain alasan tersebut, konformitas sosial juga menjadi pemicu. Orang yang memiliki skor tinggi pada tes konformitas sosial lebih mudah menjadi pengguna dibandingkan dengan mereka yang memiliki skor yang rendah (Atkinson, 1999).
4.  Iklan rokok ternyata...
Iklan-iklan di berbagai media yang memberikan gambaran bahwa perokok adalah lambang keglamouran, cowok banget, memicu remaja untuk ikut berperilaku seperti itu.
Nah, jika kamu sudah terperangkap dalam status perokok saat ini, tenang saja. Ada berbagai upaya pencegahan jika kamu ingin berubah.

2.4. Upaya mengatasi rokok

Merokok di sekolah yang dilakukan siswa kini semakin banyak, itu dikarenakan siswa yang satu mengajak siswa yang lainnya atau dikarenakan oleh faktor pergaulan. Oleh karena itu para guru lebih ketat lagi dalam melakukan pengawasan dengan mengelilingi tempat-tempat yang sering dijadikan tempat merokok.
Selain itu juga melakukan peringatan yang lebih tegas lagi agar para pelanggar khususnya perokok jera dan tidak melakukan hal tersebut lagi baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Jika karena kecanduan, maka tips yang harus dilakukan adalah:
Pikirkanlah hal-hal yang menyenangkan yang akan terjadi pada tubuh ketika masa krisis karena berhenti merokok (biasanya 1,5 sampai 2 minggu)
Minumlah banyak air putih, makan banyak sayur dan buah-buahan setiap kali timbul keinginan untuk merokok
Berbicara atau berkomunikasilah dengan orang lain dan tetaplah menyibukkan diri
Berolahraga yang menyennagkan dan disukai secara teratur dan terukur
Pijatlah daerah punggung dan leher, lalu tariklah napas dalam-dalam.
Jika karena ketergantungan, maka putuskan semua hubungan antara rokok dan kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan dengan tips berikut ini:
Jika ingin merasakan rokok di tangan, bermainlah dengan barang-barang lain seperti pensil, pena, atau membaca buku
Jika ada keinginan untuk menyalakan rokok, jauhkan rokok dari jangkauan dan buanglah korek api
Jika biasa merokok sesudah makan, segeralah bangkit dari duduk setelah makan, gosok gihi dan pergilah berjalan atau lakukan kegiatan yang membuat lupa pada rokok
Jika merokok disertai dengan minum kopi, maka ganilah kopi dengan jus buah dll
Jika merokok untuk menenangkan diri, maka cobalah untuk mengingat bahaya merokok dapat mengakibatkan penyakit jantung, paru-paru, kanker, stroke, keguguran, dll.
Berikut ini beberapa tips yang perlu diperhatikan:
Tanyalah pada diri sendiri, apakah ada teman, saudara, atau tetangga yang menderita salah satu penyakit di atas. Bayangkan jika penyakit tersebut menyerang diri kita sendiri.
Jika keinginan untuk merokok sangat kuat, lakukanlah olahraga ringan seperti berjalan-jalan atau lakukan kegiatan yang menjadi kegemaran atau hobi Anda.
Jika berpikir bahwa merokok dapat membuat kita menjadi tenang atau nyaman, maka katakanlah dan akuilah secara jujur bahwa rokok tidak mungkin bisa mengatasi masalah yang ada.
Untuk mengatasi masalah ini, perlu melibatkan keluarga, teman, dan saudara untuk membantu mengalihkan perhatian dari rokok.
Jika ingin berhenti merokok harus menetapkan tindakan yang akan dipilih atau perilaku apa yang paling mudah diubah berkaitan dengan situasi merokok.
Buatlah pernyataan untuk berhenti merokok, kemudian bacalah pernyataan tentang niat berhenti merokok di depan teman atau saudara atau anggota keluarga yang akan menjadi pengingat agar keinginan berhenti merokok tercapai.



BAB III
ZAT YANG TERKANDUNG DALAM ROKOK


3.1. Rokok dan Reaksi Kimia (Pembakaran)
Proses pembakaran rokok tidaklah berbeda dengan proses pembakaran bahan-bahan padat lainnya. Rokok yang terbuat dari daun tembakau kering, kertas dan zat perasa, dapat dibentuk dari unsur Carbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N) dan Sulfur (S) serta unsur-unsur lain yang berjumlah kecil. Rokok secara keseluruhan dapat diformulasikan secara kimia yaitu sebagai (CvHwOtNySzSi).

Dua reaksi yang mungkin terjadi dalam proses merokok

Pertama adalah reaksi rokok dengan oksigen membentuk senyawa-senyawa seperti CO2, H2O, NOx, SOx, dan CO. Reaksi ini disebut reaksi pembakaran yang terjadi pada temperatur tinggi yaitu diatas 800oC. Reaksi ini terjadi pada bagian ujung atau permukaan rokok yang kontak dengan udara.

CvHwOtNySzSi + O2 -> CO2+ NOx+ H2O + SOx + SiO2 (abu) ((pada suhu 800oC))

3.2. Reaksi pembakaran rokok
Reaksi yang kedua adalah reaksi pemecahan struktur kimia rokok menjadi senyawa kimia lainnya. Reaksi ini terjadi akibat pemanasan dan ketiadaan oksigen. Reaksi ini lebih dikenal dengan pirolisa. Pirolisa berlangsung pada temperatur yang lebih rendah dari 800oC. Sehingga rentang terjadinya pirolisa pada bagian dalam rokok berada pada area temperatur 400-800oC. Ciri khas reaksi ini adalah menghasilkan ribuan senyawa kimia yang strukturnya komplek.

CvHwOtNySzSi -> 3000-an senyawa kimia lainnya + panas produk ((pada suhu 400-800oC))
reaksi pirolisa

Walaupun reaksi pirolisa tidak dominan dalam proses merokok, tetapi banyak senyawa yang dihasilkan tergolong pada senyawa kimia yang beracun yang mempunyai kemampuan berdifusi dalam darah. Proses difusi akan berlangsung terus selagi terdapat perbedaan konsentrasi. Tidak perlu disangkal lagi bahwa titik bahaya merokok ada pada pirolisa rokok. Sebenarnya produk pirolisa ini bisa terbakar bila produk melewati temperatur yang tinggi dan cukup akan Oksigen. Hal ini tidak terjadi dalam proses merokok karena proses hirup dan gas produk pada area temperatur 400-800oC langsung mengalir kearah mulut yang bertemperatur sekitar 37oC.

3.3. Rokok dan proses penguapan uap air dan nikotin
Selain reaksi kimia, juga terjadi proses penguapan uap air dan nikotin yang berlangsung pada temperatur antara 100-400oC. Nikotin yang menguap pada daerah temperatur di atas tidak dapat kesempatan untuk melalui temperatur tinggi dan tidak melalui proses pembakaran. Terkondensasinya uap nikotin dalam gas tergantung pada temperatur, konsentrasi uap nikotin dalam gas dan geometri saluran yang dilewati gas.

Pada temperatur dibawah 100oC nikotin sudah mengkondensasi, jadi sebenarnya sebelum gas memasuki mulut, kondensasi nikotin telah terjadi. Berdasarkan keseimbangan, tidak semua nikotin dalam gas terkondensasi sebelum memasuki mulut sehingga nantinya gas yang masuk dalam paru-paru masih mengandung nikotin. Sesampai di paru-paru, nikotin akan mengalami keseimbangan baru, dan akan terjadi kondensasi lagi.

Jadi, ditinjau secara proses pembakaran, proses merokok tidak ada bedanya dengan proses pembakaran kayu di dapur, proses pembakaran minyak tanah di kompor, proses pembakakaran batubara di industri semen, proses pembakaran gas alam di industri pemanas baja dan segala proses pembakaran yang melibatkan bahan bakar dan oksigen. Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi, tetapi dilain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru- paru mereka.

3.4. Tar dan Asap Rokok
Zat berbahaya ini berupa kotoran pekat yang dapat menyumbat dan mengiritasi paru - paru dan sistem pernafasan, sehingga menyebabkan penyakit bronchitis kronis, emphysema dan dalam beberapa kasus menyebabkan kanker paru - paru ( penyakit maut yang hampir tak dikenal oleh mereka yang bukan perokok ).Racun kimia dalam TAR juga dapat meresap ke dalam aliran darah dan kemudian dikeluarkan di urine.TAR yang tersisa di kantung kemih juga dapat menyebabkan penyakit kanker kantung kemih. Selain itu Tar dapat meresap dalam aliran darah dan mengurangi kemampuan sel - sel darah merah untuk membawa Oksigen ke seluruh tubuh, sehingga sangat besar pengaruhnya terhadap sistem peredaran darah.

Tar dan asap rokok merangsang jalan napas, dan tar tersebut tertimbun disaluran itu yang menyebabkan :
- Batuk-batuk atau sesak napas
- Tar yang menempel di jalan napas dapat menyebabkan kanker jalan napas,
lidah atau bibir

3.5. Gas CO (Karbon Mono Oksida)
Gas CO juga berpengaruh negatif terhadap jalan napas dari pembuluh darah. Karbon mono oksida lebih mudah terikat pada hemoglobin daripada oksigen. Oleh sebab itu, darah orang yang kemasukan CO banyak, akan berkurang daya angkutnya bagi oksigen dan orang dapat meninggal dunia karena keracunan karbon mono oksida. Pada seorang perokok tidak akan sampai terjadi keracunan CO, namun pengaruh CO yang dihirup oleh perokok dengan sedikit demi sedikit, dengan lambat namun pasti akan berpengaruh negatif pada jalan napas dan pada pembuluh darah.

3.6. Nikotin dan kerja nikotin
Adalah suatu zat yang dapat membuat kecanduan dan mempengaruhi sistem syaraf, mempercepat detak jantung ( melebihi detak normal ) , sehingga menambah resiko terkena penyakit jantung.Selain itu zat ini paling sering dibicarakan dan diteliti orang, karena dapat meracuni saraf tubuh, meningkatkan tekanan darah, menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi dan menyebabkan ketagihan dan ketergantungan pada pemakainya. Kadar nikotin 4-6 mg yang dihisap oleh orang dewasa setiap hari sudah bisa membuat seseorang ketagihan. Selain itu Nikotin berperan dalam memulai terjadinya penyakit jaringan pendukung gigi karena nikotin dapat diserap oleh jaringan lunak rongga mulut termasuk gusi melalui aliran darah dan perlekatan gusi pada permukaan gigi dan akar. Nikotin dapat ditemukan pada permukaan akar gigi dan hasil metabolitnya yakni kontinin dapat ditemukan pada cairan gusi.
Nikotin merangsang bangkitnya adrenalin hormon dari anak ginjal yang menyebabkan :
- Jantung berdebar-debar
- Meningkatkan tekanan darah serta kadar kolesterol dalam darah, berhubungan erat terjadinya serangan jantung
Saat merokok, nikotin mulai diserap aliran darah dan diteruskan ke otak. Nikotin terikat di reseptor nikotinat antikolinergik 42 di ventral tegmental area (VTA). Nikotin yang terikat di reseptor 42 akan melepaskan dopamin di nucleus accumbens (nAcc). Dopamin itulah yang diyakini menimbulkan perasaan tengan dan nyaman. Tak heran bila perokok akan kembali merokok untuk memperoleh efek nyaman itu.
Bila perokok mulai mengurangi atau berhenti merokok maka asupan nikotin berkurang dan pelepasan dopamin juga berkurang, akibatnya timbul gejala putus obat berupa iritabilitas dan stress.

Hal itu menyebabkan jalan untuk berhenti merokok menjadi sulit karena rasa ketagihan terhadap nikotin. Peran verenicline berfungsi sebagai pemutus rantai adiksi. Biasanya nikotin berikatan dengan reseptor 42, namun nanti yang akan berkaitan dengan reseptor 42 adalah verenicline yang bekerja dengan dua cara. Pertama, verenicline menstimulasi reseptor untuk melepaskan dopami secara pasrial, tujuanya untuk mengurangi gejala putus obat berupa pusing, sulit berkosentrasi atau badmood yang ditimbulkan dari proses berhenti merokok.

Kedua, verenicline menghalangi nikotin yang menempel di reseptor. Jadi bila merokok kembali, nikotin tidak dapat menempel di reseptor, sehingga mengurangi rasa nikmat dari rokok tersebut. =Verenicline dapat diberikan pada perokok dewasa atau minimal usia 18 tahun yang ingin berhenti merokok. Verenicline dapat diberikan pada perokok berat maupun ringan. Dosis awal yang diberikan ringan yang ditingkatkan secara perlahan-lahan. Untuk mencapai kesembuhan berhenti merokok, dibutuhkan waktu selama tiga bulan, baik bagi perokok berat atau ringan.
Efek samping verenicline adalah mual, nyeri kepala, insomnia dan mimpi abnormal. Meski demikian, manfaat yang ditimbulkan dari berhenti merokok jauh lebih besar karena dalam sebatang rokok terkandung lebih dari 4 ribu bahan kimia dan 250 zat karsinogenik.

Bahkan bahan kimia yang ditemukan pada asap tembakau (rokok) seperti aseton, butan, arsenic, cadmium, karbon monoksida dan toluene sama seperti yang ditemukan pada bahan industri. Jadi dapat dibayangkan bukan dampak buruk rokok? (Dikutp dari berbagai sumber)


BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Melihat kenyataan yang ada pada uraian sebelumnya, dapat dikatakan rokok itu lebih banyak dampak negativnya dari pada dampak positifnya. Apabila hal ini dibiakan terus berlangsung, maka akan mengakibatkan permasalahan yang serius pada kesehatan tubuh manusia. Dan seharusnya masyarakat sadar akan bahaya merokok bagi kesehatan tubuh mereka.Namun hal itu masih sulit dilakukan di Indonesia.

4.2. Saran
Setelah membaca karya tulis ini, semoga masyarakat dapat tersadarkan akan bahaya rokok bagi kesehatan mereka dan segera meninggalkan kebiasaan merokoknya, supaya kesehatan mereka tetap terjaga dan nantinya menjadikan tubuh mereka sehat bugar dan terhindar dari penyakit yang mengancam jiwa mereka.


Tugas membuat CV
 
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
·        Data Pribadi

Nama                                                : Andika Bagus Romadhani
Tempat/Tanggal Lahir                      : Madiun, 2 Maret 1993
Jenis Kelamin                                   : Laki-laki
Agama                                              : Islam
Kewarganegaraan                             : Indonesia
Status                                               : Belum Menikah
Alamat                                             : Jalan Cendrawasih Gg. Bango no. 8 madiun
HP                                                    : 081297216045
Email                                                : aannddiikkaa@gmail.com
·        Profil Pribadi

Seorang akuntan berijazah yang mampu berkomunikasi secara efektif dan baik dengan klien. Seorang akuntan professional dengan kemampuan dibidang akuntansi yang baik, lancar dalam berbicara dalam 2 bahasa (Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia), bekerja keras, mudah bergaul, teliti, bekerja dengan professional, mampu memotivasi orang sekitar, serta mempunyai semangat yang tinggi dalam bekerja. Lulus dengan IPK 3,88 dari Universitas Gunadarma Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi.
·        Pengalaman Kerja 

Juli 2012 – Agustus 2012 : Magang di Bank Mandiri Depok sebagai
Accountant
Maret 2013- Mei 2013 : Magang di PT. Telkomsel Tbk sebagai Financial Analyst 
·        Latar Belakang Pendidikan

Formal
2011 – 2015                  : Universitas Gunadarma, Depok
2008 – 2011                  : SMAN 2 Madiun
2005 – 2008                  : SMPN 2 Madiun
Non Formal
2013                              : Kursus Pajak Brevet A
2009 – 2012                  : Kursus Bahasa Mandarin di International Language, Madiun
2007 – 2009                  : Kursus Bahasa Inggris di Oxford, Madiun
·         Kemampuan
  •  Kemampuan Komputer (MS Word, MS Excel, MS PowerPoint, MS Access, MS Outlook dan Internet)
  • Kemampuan Akuntansi dan Administrasi (Accounting & Administration Skills) Journal printing & Calculation, Ledger, Project Data Updating, Teller, Salary Calculation, Petty Cash Payroll & Calculation, Inventory Controls) 
  • Kemampuan design ( Corel draw, Photoshop )

Contoh Surat (Surat Undangan)


Nomor                  : 012/XX/2013                                                                                                    Jakarta, 2 Maret 2012
Perihal                  : Undangan                                                                                        
               
Kepada Yth,
Ibu Megawati Soekarno Putri
di tempat.

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

                Sehubungan diselenggarakannya kegiatan “Bakti Sosial ” oleh Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma, maka kami mengundang Bapak untuk menghadiri acara tersebut, yang Insya Allah akan dilaksanakan pada :

                Tanggal                                 : 2 Juni 2012
                Pukul                                     : 10.00 WIB s/d 12.00 WIB
                Tempat                                                : Auditotium D342 Universitas Gunadarma Depok

Demikian surat undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan partisipasinya, kami mengucapkan terima kasih.
Wassalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Hormat kami,


     Ketua Pelaksana                                                                                                            Sekretaris

   


Andika Romadhani                                                                                                 GIsella Anastasya
  Mengetahui,

Presiden BEM FE
Universitas Gunadarma



Kemal Ramdhan













  


Proposal


PROPOSAL
PENGAJUAN SEBAGAI DESA BINAAN
PERTAMINA (PERSERO)


A.
DASAR PEMIKIRAN


Program Desa Bojonggedang yang tertuang dalam RPJMDes (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa)  banyak memuat prioritas-prioritas yang sangat mendesak untuk segera direalisasikan.
Guna merealisasikan program priorotas di Desa Bojonggedang tersebut, dipandang perlu untuk mencari segala bantuan; baik dari pihak Pemerintah maupun dari pihak swasta dan lainnya, yang mempunyai kepedulian terhadap pembangunan Desa, selama tidak bertentangan dengan peraturan dan perundang-undangan.
B.
PERMASALAHAN SECARA UMUM


Keterbatasan kemampuhan keuangan Desa yang sangat minim dan keterbatasan-keterbatasan lainnya, mengakibatkan program prioritas Desa Bojonggedang benar-benar tergantung pada bantuan Pemerintah Pusat dan Daerah. Itu pun tidak bisa diandalkan karena untuk mendapatkan bantuan Pemerintah tersebut kami berkompetisi dengan Desa-Desa yang lainnya, dan bila mendapatkan bantuan pun sangat jauh dari harapan.
Maka bantuan dari pihak lain akan sangat berarti untuk meningkatkan pembangunan di Desa kami, yang diharapkan bisa memperbaiki kesejahteraan masyarakat. Berbagai pihak yang mempunyai kepedulian terhadap pembangunan Desa akan diterima dengan tangan terbuka. Kami tak bisa berdiam diri dan menunggu uluran Pemerintah untuk membangun kesejahteraan masyarakat di Desa Bojonggedang. Kami sebagai Pemerintah Desa dan BPD (Badan Permusyawatan Desa), juga LPMD (Lembaga Pengembangan Masyarakat Desa) Bojonggedang, terus berusaha mencari bantuan dari berbagai pihak.
Permasalahan di Desa Bojonggedang untuk mempercepat pembangunan kesejahteraan masyarakat, dapat diidentifikasikan sbb:
1.      Permasalahan dana, baik yang berhubungan langsung dengan pembiayaan program-program Pemerintah Desa mewujudkan prioritas pembangunan maupun kebutuhan modal di masyarakat dalam membangun usaha / ekonominya.
2.      Permasalahan Sumber Daya Manusia (SDM). Berkaitan erat dengan mentalitas masyarakat dalam usaha / ekonomi yang belum respon menangkat peluang, pengembangan usaha, pemasaran usaha, penciptaan produk-produk lokal yang potensial, karena kekurangan pengetahuan dan keterampilan.
Dua masalah itulah yang saat ini memerlukan kerjasama dengan pihak lain yang memiliki kemampuhan sistem untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Desa Bojonggedang.


C.
PROGRAM PRIORITAS DESA


Desa Bojonggedang mempunyai Program Prioritas di bidang pisik dan non-pisik. Program Prioritas ini sangat mendesak untuk segera direalisasikan sebab akan menjadi indikator keberhasilan Pemerintah Desa Bojonggedang. Program Prioritas ini ingin segera diwujudkan dalam jangka waktu 5 tahun ke depan, yaitu:
1.      Infrastruktur Jalan.
Sebanyak 70 persen kondisi jalan di Desa Bojonggedang dalam keadaan rusak. Bantuan untuk perbaikan jalan praktis hanya dari program PNPM Pedesaan. Itu pun hanya mampu untuk memperbaiki jalan sepanjang 700 meteran setiap tahunnya. Padahal Desa Bojonggedang mempunyai jalan Desa sepanjang 48 km dalam kondisi rusak. Kondisi jalan yang rusak ini telah memakan korban jiwa; meninggal 1 orang (di malam Takbiran tahun ini, terjatuh dari motor karena melindas batu yang tergeletak di jalan), korban luka-luka 12 orang, belum lagi kecelakaan-kecelakaan kecil yang tidak tercatat. Pemerintah Desa terkendala biaya untuk memperbaiki jalan tersebut, sementara partisipasi masyarakat maksimal hanya mampu membiayai 25 persen dari total biaya yang diperlukan. Untuk memperbaiki jalan keseluruhan secara bertahap kami memerlukan biaya sebanyak Rp. 2 milyar.

2.      Pengembangan Ekonomi di Bidang Pertanian.
Desa Bojonggedang mempunyai Program Prioritas Pengembangan Ekonomi di Bidang Pertanian sebagai berikut:
a.      Program Sakalipola (Setiap Keluarga Menanam Lima Pohon Pala). Pohon Pala berbuah sepanjang tahun. Hal ini cocok untuk menopang ekonomi masyarakat. Telah ada keluarga yang berhasil dengan budidaya pohon pala. Kami berkeinginan Desa Bojonggedang bisa tumbuh sebagai sentra buah pala, pembibitan pala, dan produk-produk yang bisa dihasilkan dari buah pala, misalnya manisan pala. Kendala yang dihadapi: bibit pala masih mahal, mental masyarakat yang ingin diberi bantuan bibit pala tidak mau membeli sendiri, juga keterampilan masyarakat yang telah memiliki pohon pala untuk mengolah produk dari buah pala bisa dikatakan sangat minim.
b.      Pemanpaatan Lahan Bawah Tegakan dengan Tanaman Kapol (PLBT-Kapol). Budidaya Kapol tidak memerlukan lahan khusus yang terbuka. Tanaman Kapol bisa ditumpangsarikan dengan tanaman tahunan. Budidayanya tidak rumit, harga buah kapolnya termasuk mahal (harga kering antara Rp. 35.000 – 60.000/kg). Namun untuk mendapatkan produktifitas yang tinggi diperlukan bibit unggul, misalnya kapol sabrang. Kami kesulitan mendapatkan bibit kapol tersebut, bila pun ada harganya Rp. 1.000 – 1.500/batang. Padahal untuk program ini kami memerlukan sekitar 60.000 batang bibit kapol sabrang.
c.       Pertanian Padi Organik. Kecenderungan Petani Padi di Desa Bojonggedang yang tergantung pada pupuk anorganik memprihatinkan kami. Sebab selain harganya cenderung naik sehingga biaya produksi menanam padi semakin tinggi, pupuk anorganik juga tidak menambah kesuburan tanah. Kami membuat program agar petani beralih ke pupuk organik. Masalahnya adalah pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membuat pupuk organik dengan memanpaatkan bahan yang ada termasuk minim. Mesin Alat Pengolah Pupuk Organik (APPO) pun tidak ada. Kemudian kemauan petani untuk menggunakan pupuk organik, sangat kurang.
d.      Budidaya Karet. Minat petani di Desa Bojonggedang terhadap budidaya karet mulai tumbuh. Lahan yang ditanami karet setiap tahun semakin bertambah. Masalahnya: petani belum mempunyai pengetahuan dan keterampilan budidaya karet yang memadai. Bibit karet yang ditanam pun asal-asalan sehingga produktifitasnya akan rendah. Sementara bibit karet okulasi termasuk mahal. Keterampilan membuat bibit okulasi sangat minim. Padahal bila budidaya karet dilakukan dengan benar, bisa meningkatkan kesejahteraan petani. Potensi untuk pembibitan karet okulasi sangat terbuka. Diperlukan penyuluhan dan pelatihan budidaya karet yang benar.

3.      Pengembangan Ekonomi di Bidang Peternakan.
Potensi peternakan sebenarnya sangat besar untuk dikembangkan secara intensif di Desa Bojonggedang. Baru peternakan ayam BR yang berkembang, namun hanya mampu diusahakan oleh masyarakat yang mempunyai modal besar. Pemerintah Desa Bojonggedang membuat program peternakan yang memerlukan modal kecil dan secara bertahap bisa dikembangkan menjadi sentra, yakni peternakan kambing. Selama ini masyarakat yang beternak kambing hanya sebagai usaha sampingan, belum menjadi usaha utama. Padahal bila tahu cara dan teknologinya masyarakat bisa fokus terhadap peternakan kambing dan bergantung sepenuhnya pada usaha ternak kambing. Diperlukan pelatihan keterampilan dan teknologi beternak kambing.

4.      Pengembangan Ekonomi di Bidang Home Industri dan Kerajinan Tangan.
Tidak banyak yang berusaha di bidang home industri dan kerajinan tangan di Desa Bojonggedang. Namun bukan beraarti tidak ada potensi. Rata-rata yang mencoba terbentur pada pemasaran dan bahan baku yang berkualitas dan terjaga pasokannya, sehingga tidak berkembang secara signifikan. Home industri makanan tradisional seperti sale, kripik pisang, saroja dan lain-lain yang ada di Desa Bojonggedang, hanya melayani pasar yang sedikit. Padahal bila dikembangkan dengan tekhnik pemasaran yang baik, pengemasan yang menarik, perluasan pemasaran, tidak mustahil akan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Kerajinan tangan tas tradisional dari daun gebang, pemasarannya sangat terbuka, namun terbentur pada bahan baku.

5.      Pengembangan Ekonomi di Bidang Pariwisata Lokal.
Desa Bojonggedang mempunyai satu tempat yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi satu obyek wisata lokal, yakni Cigawir. Cigawir ini berarti tebing yang tinggi. Dari Cigawir ini bisa melihat pemandangan yang sangat indah ke arah Jawa Tengah. Sepertinya tidak kalah dengan pemandangan Ngarai Sianok di Sumatera. Namun yang menjadi kendala adalah jalan menuju lokasi serta sarana-sarana lainnya. Bila Cigawir ini ditangani dengan baik, bisa mengangkat ekonomi masyarakat sekitarnya.

D.
 SASARAN


Sasaran dari pengajuan Desa Binaan PT. Pertamina (Persero) ini diharapkan bisa menyentuh bidang infrastruktur dan ekonomi masyarakat, terutama masyarakat yang berpenghasilan rendah. Perbaikan infrastruktur jalan sangat mendukung untuk pengembangan ekonomi Desa Bojonggedang secara keseluruhan. Pengembangan ekonomi yang langsung menyentuh masyarakat mempunyai sasaran mengubah perilaku masyarakat dalam usaha ekonominya sehingga bisa terlahir usaha baru yang berdaya saing, penggalian potensi-potensi ekonomi yang belum tersentuh, pengembangan usaha yang telah ada,  penciptaan sentra-sentra usaha, dan lain-lain.
Yang menjadi sasaran secara khusus:
a.      Infrastruktur jalan yang rusak parah dan sedang.
b.      Kalangan masyarakat:
1.      Kaum ibu produktif
2.      Kaum remaja produktif
3.      Kalangan petani dan peternak
4.      Kalangan pelaku usaha kecil.


E.
PENUTUP

Demikian Proposal Pengajuan Sebagai Desa Binaan PT. Pertamina (Persero) dari Pemerintah Desa Bojonggedang. Besar harapan kami Divisi CSR PT. Pertamina (Persero) mempertimbangkan dan mengabulkan Proposal ini. Atas perhatiannya kami ucapkan banyak terimakasih.





Bojonggedang,   November 2013.
KEPALA DESA




ENA RUSYANA





Cerpen


CINCIN MAMA BROWNIES
  


Setujukah kamu, kalau kukatakan Pinky Bunny adalah nama paling konyol untuk seekor anjing? Apalagi untuk anjing sejenis labrador retriever berbulu hitam, seperti aku. Entah kenapa Alicia dan Alana menamaiku seperti itu. Yang aku tahu, sejak aku berusia dua minggu dan dibeli mama mereka dari sebuah petshop, aku sudah dipanggil Pinky oleh Alicia, dan Bunny oleh Alana. Jadilah aku Pinky Bunny, kelinci merah muda.

Tapi itu belum seberapa dibandingkan perlakuan si kembar terhadapku. Mereka biasa mendandaniku seakan aku sebuah boneka atau seekor pudel. Hasilnya, aku lebih buruk dari badut manapun. Sudah menjadi sifat rasku, aku setia, penurut, dan senang bermain dengan anak-anak. Tapi tolong, jangan rok ketat dan blus berumbai. Aku sering terjungkal karenanya.

Labrador retriever itu ras pintar. Aku anjing pintar. Aku bisa mengambilkan sepatu, koran, bahkan telur rebus (kalau diberi kesempatan), tanpa merusaknya dengan gigitanku. Sayang, tampaknya keluarga majikanku tidak percaya itu. Aku tak lebih dari binatang bodoh yang mau diapakan saja asal mendapatkan makanan.

Nah, soal makanan ini lebih mengerikan. Lihat badanku! Kurus sekali. Aku kurang makan. Kadang mereka ingat untuk membelikan aku makanan khusus bergizi. Namun lebih sering, mereka hanya memberiku kue sisa. Dalam hal ini mereka sangat pemurah. Ya, Mama senang sekali membuat kue, dan paling sering membuat brownies. Karena itu aku menyebutnya Mama Brownies. Tapi brownies buatannya tak pernah sukses. Sering bantat atau gosong. Mereka hanya mencicipi sepotong lalu membuang semua sisanya ke mangkuk makananku. Aku yang kelaparan tak punya pilihan lain, bukan? 

Dan satu lagi yang membuatku sedih adalah mereka hampir tidak pernah membawaku berjalan-jalan. Aku biasa dikurung di dalam rumah, atau dirantai di halaman. Kalau sudah begini aku merindukan Jenna. Jenna itu sepupu si kembar. Dia tinggal di kota lain. Setiap kali berlibur di sini, Jenna memanjakan aku. Dia memperlakukan aku dengan layak, bahkan mengajakku berjalan-jalan dan berenang. Ya, dia tahu aku jagoan berenang. 

Jika Jenna bersiap-siap pulang, aku akan terus menguntitnya. Sudah jelas, aku ingin dibawanya pergi dari sini. Tapi Jenna hanya menepuk kepalaku. “Maaf, aku tidak bisa membawamu. Kamu milik Alicia dan Alana. Dan aku sudah punya Donika,” katanya. Donika itu kucing betina peliharaannya. Pernah Donika dibawanya menginap di sini. Kami berteman baik. Alicia dan Alana menjadi  tidak puas. Kata mereka, anjing dan kucing seharusnya bermusuhan. Ah, teori dari mana itu! 

Mereka lalu menggerakkan cakar-cakar Donika untuk menggangguku agar aku marah dan mengejar Donika. Ketika aku tidak peduli, mereka mengata-ngataiku anjing bodoh. Aku hanya mendengking pelan. Syukurlah, Donika berhasil melepaskan diri dan lari mencari Jenna.

Begitulah kehidupanku. Mungkin selamanya tidak akan berubah kalau saja tidak ada dua kejadian seru hari ini. Yang pertama, Mama Brownies kehilangan cincin permatanya. Yang kedua, Jenna datang. Mama Brownies percaya Jenna berbakat menjadi detektif. Itu sebabnya Jenna dipanggil untuk membantu menemukan perhiasan berharga itu.

Jenna mengajukan banyak pertanyaan kepada Mama Brownies. Kapan terakhir cincin itu dipakainya? Tadi pagi. Di mana biasanya cincin itu disimpan? Di kotak perhiasaan di kamar. Tapi kotak itu kosong. Kalau sedang bekerja di dapur, Mama Brownies menyimpan cincinnya di dalam cangkir  di atas kulkas. Cangkir itu sudah diperiksa, kosong. Apa saja yang telah dilakukan Mama Brownies sejak pagi hingga siang ini? Berbelanja di tukang sayur, memasak lauk pauk, membuat brownies kukus, menelepon untuk memesan gas dan air mineral galon, menemui Ibu RT yang bertamu, dan menyajikan brownies kukus kepadanya. Siapa saja selain keluarga yang telah memasuki dapur?  Tukang sayur yang membawakan ikan, dan si Tanto yang membawakan gas dan air galon.

Mama Brownies tiba-tiba menjerit, “Astaga Jenna, apakah cincin Tante dicuri salah satu dari mereka? Tukang sayur atau si Tanto?”

Jenna menggeleng. “Belum tentu, Tante. Kita tidak boleh menuduh sembarangan.”

Aku menyalak. Jenna benar. Tentu saja mereka tidak mengerti maksudku.

Tapi Jenna tersenyum memandangku. “Aku perlu bantuan Labby.”

“Labby?” tanya Mama Brownies dan si kembar terbelalak.

“Oh, aku lebih suka memanggil anjing kalian Labby, singkatan untuk Labrador. Dia sangat pintar, penciumannya super tajam, dia pasti bisa membantuku menyelidiki kasus ini.”

Ketiga majikanku menatapku tak percaya. Mama Brownies angkat bahu. “Silakan saja, Jenna. Yang penting, cincinku bisa ditemukan sebelum Om kamu datang. Cincin itu pemberiannya.”

“Kalau kamu bisa menemukan cincin itu, Pinky boleh kamu bawa pulang,” kata Alicia.

“Ya, aku juga sudah bosan dengan Bunny, yang tidak bisa apa-apa.” Kembarannya menimpali.

Jenna tertawa. “Aku akan senang sekali memelihara Labby. Ya kan, Labs?”

Aku menyalak beberapa kali menyuarakan persetujuan dan kegembiraanku. Ini tantangan bagiku. Aku harus membuktikan diri kalau ingin lepas dari Pinky Bunny untuk menjadi Labby.

Maka setelah mengikuti perintah Jenna untuk mengendus cangkir tempat cincin dan jari manis Mama Brownies, aku mulai melacaknya. Aku hapal bau cincin itu. Bau logam emas campur aroma brownies gosong dan keringat khas Mama Brownies. Dari jari manis Mama Brownies, cincin itu pernah ada di mangkuk adonan.

“Hmm…Labby, apakah kamu mengira seperti yang kukira?” Jenna bersemangat membuka dandang. Loyang brownies kukus masih ada di sana. Kosong. Aku mengendusnya. Ya, ada bau samar cincin itu di sini. Tapi benda itu sudah dibawa ke tempat lain.

Aku berkeliling dapur mencari-cari dan menemukan jejaknya menuju ruang tamu. Bau cincin itu menguat di atas meja. Di sebuah piring kue. Tapi tak ada apa-apa di atas piring.

“Itu piring kue bekas Bu RT. Oh, dia kuberi sepotong besar brownies dan semua habis disantapnya. Tapi apakah dia yang….” Mama Brownies tidak meneruskan kalimatnya. “Dasar anjing tidak punya otak, mana mungkin Bu RT mengambil cincinku.”

Aku tidak memedulikan celaannya. Kuendus tempat tisu. Cincin itu pernah di bawa ke sini. Jenna membantuku mengeluarkan tisu sampai kotaknya kosong. Tidak ada apa-apa. Aku semakin bersemangat. Mengendus udara ke arah jendela.

“Ayo Labby, aku tahu kamu semakin dekat.” Jenna menepuk kepalaku.

Aku melompat keluar dari jendela, dan membaui udara di halaman. Jenna menyusulku. Si kembar juga.

“Pasti tukang sayur,” tebak Alicia.

“Tidak. Menurutku, lebih mungkin pelakunya si Tanto,” bantah Alana.

“Tidak dua-duanya,” kata Jenna senang. “Lihat, Labby sudah menemukan cincin mama kalian!”

Aku menyalak. Di dekat tong sampah, ada gumpalan tisu berisi brownies kukus bantat yang tidak enak. Bu RT melemparkannya ke sini melalui jendela dari ruang tamu ketika Mama Brownies tidak melihatnya. 

Jenna menggunakan ranting untuk meremukkan brownies keras itu. Dan muncullah di tengah kepingan-kepingan cokelat itu sebentuk cincin emas permata.

Si kembar melonjak-lonjak memanggil mama mereka dan memuji-muji Jenna.

Jenna dengan rendah hati menunjukku. “Labby yang menemukannya, Tante.”

Oh, betapa aku mencintai anak cantik ini. Aku menyalak dan mengangkat kaki depanku.

Jenna tertawa. “Tante, Labby mungkin mau menjelaskan, cincin ini lolos dari jari Tante sewaktu Tante membuat adonan. Lalu ikut terkukus di dalam brownies. “

Tante memeluk Jenna dengan bahagia. “Terima kasih Jenna. Terima kasih Labby. Kalian pasangan detektif yang hebat.”

Itu pengakuan luar biasa. Artinya, sejak saat itu aku resmi menjadi milik Jenna. Senangnya… Tak ada lagi si Pinky Bunny dengan rok berenda dan topi kerucut. 


Sumber :